24 страница29 апреля 2026, 14:58

23

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐯𝐨𝐭𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐚... 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚.
(づ ̄ ³ ̄)づ

ae4fd8e20a66b0f79de4b4ab684da769.jpg

♛┈⛧┈┈•༶♡✾♡༶•┈┈⛧┈♛

Kembali ke dalam ruang makan istana, suasana jauh berbeda.

Meja panjang dipenuhi warna dan aroma. Cahaya dari jendela tinggi memantulkan kilau pada piring-piring perak dan gelas kristal. Sinar matahari siang jatuh lembut di permukaan meja, membuat ukiran-ukiran halus pada peralatan makan tampak berkilau. Para pelayan bergerak tenang di sepanjang ruangan, memastikan setiap hidangan tersaji dengan rapi.

Percakapan kini lebih ringan, tidak setegang awal pertemuan.

Suara sendok yang menyentuh piring terdengar sesekali, bercampur dengan tawa kecil dan komentar santai dari para tamu kerajaan. Aroma manis dari hidangan penutup memenuhi udara, berpadu dengan wangi rempah dari makanan utama yang masih hangat.

Monna Roosevelt terlihat menikmati salah satu hidangan penutup.

Ia mengambil satu sendok kecil lagi dari mangkuk kristal di depannya, lalu menatapnya dengan mata berbinar.

"Apa ini?" tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu. "Sangat lezat. Aku menyukainya."

Ratu Treasure tersenyum bangga. Ia selalu menikmati momen ketika tamu kerajaan benar-benar menyukai hidangan khas Aetheria.

"Itu puding gula kristal," jelasnya dengan nada hangat. "Salah satu makanan populer di Aetheria. Gula kristal di atasnya digunakan sebagai taburan, bukan hanya untuk rasa, tetapi juga untuk memberi tekstur yang renyah."

Monna memperhatikan mangkuk kecil itu lebih dekat. Butiran kristal di atas puding berkilau terkena cahaya, seperti serpihan kecil dari batu permata yang dihancurkan halus.

"Menarik sekali," katanya sambil tersenyum lebar. "Mungkin ini akan menjadi makanan favoritku setiap kali datang ke Aetheria."

Beberapa orang di meja itu tersenyum mendengar komentarnya.

Cellestial memperhatikan dengan tenang dari tempat duduknya. Ia merasa lega melihat tamu mereka benar-benar menikmati hidangan yang disajikan, bukan sekadar mencicipi karena sopan santun.

Treasure kemudian melanjutkan memperkenalkan hidangan lainnya.

"Cupcake cokelat yang Anda cicipi tadi dibuat dari buah pohon cokelat abadi yang tumbuh di Desa Elf," jelasnya.

Ia mengangkat tangannya sedikit, memberi isyarat pada pelayan yang membawa nampan kecil berisi beberapa potong kue tambahan.

"Pohon itu tidak pernah kehabisan buah. Ia terus berbuah sepanjang tahun."

Raja Gleason mengangkat alisnya sedikit, tampak tertarik dengan penjelasan itu.

"Tidak pernah habis?"

"Ya," jawab Treasure lembut. "Pohon tersebut memiliki siklus alam yang unik. Buahnya akan tumbuh kembali hampir segera setelah dipetik."

Ia menambahkan dengan nada tenang,

"Biasanya orang-orang memakannya dengan harapan dapat berumur panjang dan terus berkembang, seperti pohon tersebut."

"Simbolisme yang indah," ujar Clover sambil tersenyum.

Ia mengambil sepotong kecil kue cokelat itu dan mencicipinya perlahan, seolah ingin benar-benar menikmati rasanya.

Tak lama kemudian, pelayan menyajikan hidangan utama.

Aroma daging panggang yang kaya rempah langsung memenuhi ruangan. Asap tipis masih mengepul dari piring besar yang diletakkan di tengah meja.

"Ini adalah daging rusa panggang dengan saus khas Aetheria yang disebut crystallize," lanjut Treasure.

Ia menunjuk saus berwarna kecokelatan yang tampak berkilau lembut di atas daging tersebut.

"Sausnya terbuat dari campuran rempah-rempah hutan dan kristal yang dapat dimakan."

Monna terlihat semakin penasaran.

"Kristal... yang dimakan?" tanyanya sambil memiringkan kepala.

"Kristal tertentu," jawab Raja Arthropoda dengan suara tenang.

Ia melanjutkan,

"Kami memiliki jenis kristal alami yang dapat diolah menjadi bahan makanan tanpa menghilangkan khasiatnya. Jika diolah dengan benar, kristal itu justru menambah rasa dan tekstur."

Raja Gleason tersenyum tipis.

"Aetheria memang penuh kejutan."

Pelayan kemudian memotong daging panggang itu menjadi beberapa bagian dan menyajikannya ke setiap tamu dengan hati-hati.

Cahaya dari jendela memantul pada saus yang melapisi potongan daging, membuatnya tampak berkilau seperti kaca cair.

Hidangan berikutnya dibawa masuk tusukan daging dengan kentang dan bawang yang dipanggang hingga kecokelatan.

Aroma asap panggangan bercampur dengan wangi bawang yang manis.

"Dan ini," ujar Treasure, "adalah sate daging horn rabbit. Bukan hidangan mewah, tetapi sangat digemari di Aetheria."

Saat Treasure menyebut nama itu, Monna mendongak.

"Horn rabbit?" tanyanya. "Maksudmu jackalope?"

Treasure menggeleng pelan, tetap tersenyum.

"Bukan. Horn rabbit adalah spesies yang berbeda dengan jackalope."

Ia melanjutkan penjelasannya dengan tenang.

"Horn rabbit memang dibudidayakan untuk dikonsumsi. Mereka berkembang cepat dan tidak memiliki tingkat kecerdasan tinggi."

Ia berhenti sejenak sebelum menambahkan,

"Sedangkan jackalope... berbeda."

Monna terlihat semakin tertarik.

"Berbeda bagaimana?"

"Jackalope dikenal sangat cerdik dan pintar," jawab Treasure. "Mereka jarang diburu untuk konsumsi karena kecerdasannya."

Ia melanjutkan dengan nada ringan,

"Biasanya orang-orang memelihara mereka sebagai teman atau penjaga kecil di rumah."

Monna tertawa kecil.

"Kalau begitu kita memiliki kesamaan. Aku juga memelihara jackalope."

Ia menyandarkan sedikit tubuhnya di kursi sambil tersenyum.

"Ia sangat pintar, bahkan terkadang terlalu pintar."

Clover menatap putrinya dengan ekspresi penuh kehangatan.

"Dia sering menyembunyikan barang-barang kecil milikku," lanjut Monna sambil tertawa pelan. "Tapi aku tidak pernah benar-benar marah padanya... Dan mungkin ia sedang berkeliling di sekitar istana ini sekarang."

"Sepertinya ia hanya ingin bermain," kata Clover lembut.

Percakapan itu membuat suasana semakin cair.

Bahkan Raja Arthropoda terlihat sedikit lebih santai dibandingkan sebelumnya. Ia mengangguk sesekali ketika percakapan berganti topik, tidak lagi setegap saat penyambutan di awal.

Cellestial duduk dengan postur anggun, sesekali menanggapi dengan senyum atau anggukan halus.

Ia ikut mencicipi sedikit hidangan di depannya, namun tetap menjaga sikap seperti yang diajarkan sejak kecil.

Sesekali ia menjawab pertanyaan kecil dari Clover atau Monna tentang kebiasaan di Aetheria tentang taman istana, festival musim semi, dan tradisi kecil yang sering dilakukan rakyat.

Ia berusaha fokus pada percakapan di sekelilingnya, mengikuti alur diplomasi yang mengalir di meja itu.

Namun sesekali, pikirannya kembali pada getaran halus yang tadi ia rasakan sesuatu yang samar, hampir tak terdengar, tetapi nyata.

Perasaan itu seperti gema jauh yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang peka terhadap sihir.

Ia melirik sekilas ke arah jendela.

Langit tampak cerah. Taman istana tenang.

Para penjaga masih berdiri di tempat mereka, dan bunga-bunga di taman bergoyang lembut tertiup angin siang.

Tidak ada yang tampak aneh.

Di seberang meja, Keanu memperhatikan pembicaraan dengan ekspresi tenang.

Ia sesekali mengajukan pertanyaan sederhana tentang hidangan atau kebiasaan Aetheria, menunjukkan ketertarikan yang tulus.

Tatapannya beberapa kali beralih pada Cellestial.

Bukan tatapan yang memaksa percakapan.

Lebih seperti seseorang yang sedang mencoba memahami sesuatu yang belum sepenuhnya ia kenal.

Cellestial menyadari hal itu, namun hanya membalas dengan senyum sopan yang singkat.

Di dalam dirinya, ia masih mencoba menyeimbangkan banyak hal tanggung jawabnya sebagai putri kerajaan, perasaan terhadap sahabat-sahabatnya, dan masa depan yang perlahan mulai bergerak ke arah yang belum ia ketahui.

Sementara itu, di luar dinding batu istana, angin kembali berembus sedikit lebih kuat.

Daun-daun di taman berdesir lembut.

Dan di antara percakapan tentang makanan, simbol, serta kerja sama, Aetheria tetap berdiri dalam keseimbangan yang halus tenang di permukaan, namun menyimpan getaran yang belum sepenuhnya terjawab.

*****

24 страница29 апреля 2026, 14:58

Комментарии

0 / 5000 символов

Форматирование: **жирный**, *курсив*, `код`, списки (- / 1.), ссылки [текст](https://…) и обычные https://… в тексте.

Пока нет комментариев. Будьте первым!