20 страница29 апреля 2026, 14:58

19

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐯𝐨𝐭𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐚... 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚.
(づ ̄ ³ ̄)づ

48f4c152eb358785c2b918d3ce8fd734.jpg

♛┈⛧┈┈•༶♡✾♡༶•┈┈⛧┈♛

Pagi hari telah tiba.

Matahari perlahan naik, menyinari seluruh Aetheria dengan cahaya keemasan yang hangat, seolah ingin menenangkan semua kegelisahan yang sempat menyelimuti negeri itu.

Kabut tipis yang semalam menggantung di antara pepohonan kini menghilang pelan, digantikan udara segar yang membawa aroma bunga dan kayu basah. Atap-atap rumah memantulkan cahaya pagi, dan lentera yang semalam menyala kini padam dengan tenang, seakan ikut beristirahat setelah berjaga sepanjang malam.

Di dalam kamarnya, Cellestial terbangun. Ia duduk perlahan di tepi ranjang dan menatap keluar jendela. Tirai tipis berwarna gading bergerak tertiup angin lembut. Dari balik kaca, ia bisa melihat alun-alun yang menjadi pusat perayaan.

Tidak ada kerusakan.
Tidak ada tanda-tanda kekacauan.

Panggung berdiri kokoh. Hiasan kain emas dan putih masih terpasang rapi, pita-pita berkilau digantung dengan anggun, dan para pekerja tampak berjalan santai sambil membawa keranjang bunga.

"Semua... baik-baik saja," gumamnya pelan.

Namun perasaan ganjil itu belum sepenuhnya hilang. Ada sisa bayangan dari malam-malam sebelumnya tentang cahaya kecil di kegelapan, tentang serbuk bunga peri yang ditemukan di tanah. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meyakinkan dirinya bahwa hari ini harus berjalan dengan indah.

Di Desa Elf, suasana pagi juga terasa berbeda. Burung-burung berkicau lebih nyaring, seolah merayakan sesuatu. Cahaya menembus sela-sela daun, menciptakan pola keemasan di tanah.

Miamor berdiri di depan rumahnya, memandang langit biru yang bersih tanpa awan. Myuran berdiri tak jauh darinya, tangan bersedekap ringan.

"Kau merasakannya juga?" tanya Myuran sambil menatap langit.

Miamor mengangguk pelan.
"Ada yang aneh... tapi aku tidak ingin merusak hari ini."

Mereka terdiam beberapa saat, mendengarkan suara langkah penduduk desa yang mulai bergerak menuju jalan utama. Anak-anak kecil berlarian dengan pakaian terbaik mereka, rambut dihiasi bunga atau pita. Orang dewasa membawa keranjang makanan untuk dibagikan.

Begitu mereka keluar rumah dan melihat orang-orang berbondong-bondong bersiap menuju festival anak-anak tertawa, para pedagang menata dagangan, dan lampu-lampu masih tergantung indah pikiran negatif itu perlahan memudar.

"Hari ini hari perayaan," kata Miamor sambil tersenyum.
"Kita pantas menikmatinya."

Myuran tersenyum tipis. "Setidaknya untuk hari ini."

Mereka pun bersiap. Miamor mengenakan pakaian berwarna hijau lembut dengan aksen perak sederhana. Myuran memilih jubah biru tua dengan sabuk kulit kecil tempat ia menyimpan botol-botol ramuan. Penampilan mereka rapi, namun tetap mencerminkan jati diri.

Perjalanan menuju alun-alun dipenuhi suara musik dari kejauhan. Ketika mereka tiba, pemandangan yang terbentang membuat keduanya terdiam sejenak.

Alun-alun dipenuhi warna dan suara. Kain-kain panjang membentang di antara bangunan, bendera kecil berkibar tertiup angin. Meja-meja kayu tersusun rapi memamerkan makanan puding warna-warni, roti hangat, buah-buahan berlapis gula, dan minuman berkilau dalam botol kaca.

Tawa, musik, dan aroma makanan bercampur menjadi satu. Semua tampak hidup.

Tak lama kemudian, keluarga kerajaan muncul.

Kerumunan terbelah memberi jalan. Raja Arthropoda dan Ratu Treasure berjalan berdampingan dengan langkah anggun namun tegas. Di tengah mereka, Cellestial tampak bersinar dalam gaun kuning-putih berhias benang emas halus. Cahaya matahari membuat kainnya berkilau lembut.

Sorot mata Cellestial sedikit gugup, tetapi ketika pandangannya bertemu dengan Miamor dan Myuran, senyumnya mengembang tulus.

Raja Arthropoda melangkah ke depan dan menyampaikan pidatonya. Suaranya tegas namun hangat, berbicara tentang persatuan manusia dan elf, tentang keberanian menghadapi masa sulit, dan tentang harapan yang tidak boleh padam.

Ratu Treasure melanjutkan dengan nada yang lebih lembut, mengajak rakyat untuk merayakan kebersamaan dan melupakan sejenak ketakutan.

Sementara perhatian orang-orang tertuju pada panggung, Cellestial mendekat ke arah kedua sahabatnya.

"Kau terlihat... luar biasa," ujar Miamor tulus.

"Gaun itu benar-benar cocok untukmu," tambah Myuran.

Cellestial tersenyum lebar."Aku hampir tidak bisa bergerak dengan anggun tadi pagi. Ibu mengajarkanku cara berjalan lebih pelan."

Myuran terkekeh pelan. "Kau sudah terlihat seperti putri sungguhan sejak dulu."

"Aku senang kalian di sini," ucap Cellestial, suaranya lebih lembut.

Di atas mereka, Dragonair terbang berputar-putar dengan riang, sayapnya memantulkan cahaya. Ia mengeluarkan api biru kecil yang hangat, membuat anak-anak bersorak gembira.

Namun senyum Cellestial perlahan meredup. Ia menunduk sedikit sebelum berkata pelan,
"Besok... keluarga kerajaan Roosevelt akan datang."

Miamor dan Myuran saling pandang.

"Aku harus bersikap seperti bangsawan," lanjutnya.
"Aku... tidak boleh berinteraksi dengan kalian untuk sementara."

Kalimat itu terasa berat.

Myuran menarik napas pelan."Kami mengerti, Cellest."

Miamor mengangguk. "Itu bukan salahmu. Itu jalan hidupmu."

Cellestial menggigit bibirnya. "Aku tidak ingin kalian merasa aku menjauh."

"Kami tidak akan merasa begitu," kata Myuran lembut.
"Kami akan tetap menjadi sahabatmu. Kapan pun. Di mana pun. Bahkan jika kita tidak bisa bicara atau bertemu."

Air mata Cellestial jatuh tanpa bisa ditahan. Ia memeluk mereka berdua erat-erat, sejenak melupakan tatapan orang-orang di sekitar.

"Terima kasih... terima kasih sudah mengerti."

Festival pun berlanjut hingga sore. Mereka mencicipi berbagai makanan. Puding stroberi dan vanila yang lembut, apel karamel yang lengket di tangan, cupcake manis dengan taburan gula berkilau.

Myuran berhenti di sebuah kios kecil dan membeli beberapa ramuan dalam botol kecil berwarna hijau dan ungu.

"Untuk berjaga-jaga," katanya sambil tersenyum kecil.

Miamor mengangkat alis. "Kau selalu berpikir dua langkah ke depan."

"Lebih baik siap daripada menyesal."

Di sebuah meja lain, mereka menemukan gelang dari batu magis. Batu itu dibentuk menyerupai hati kecil, berpendar lembut jika terkena cahaya.

Cellestial mengangkat tangannya setelah mengenakan satu.
"Lihat. Kembaran."

Miamor tertawa kecil. "Dan gelang ini mengandung sihir juga. Jadi bukan cuma hiasan."

Myuran memutar gelangnya perlahan. "Simbol yang bagus. Supaya kita tidak lupa."

Sore berubah menjadi senja. Langit perlahan memerah, lalu menggelap menjadi biru tua. Lampu-lampu dinyalakan satu per satu, menciptakan lautan cahaya kecil di seluruh alun-alun.

Kembang api sihir meledak di langit, membentuk hati bersayap lambang kebersamaan elf dan manusia. Warna-warnanya memantul di wajah orang-orang yang menatap ke atas dengan kagum.

Nyanyian rakyat menggema, berpadu dengan siulan burung hutan yang merdu.

Akhirnya, tibalah acara penutup.

Cellestial melangkah maju. Angin malam menggerakkan ujung gaunnya. Ia menyampaikan sambutan singkat, suaranya bergetar namun penuh keyakinan. Ia berbicara tentang kebersamaan yang harus dijaga, tentang keberanian yang tidak boleh luntur.

Kemudian ia mengangkat busurnya.

Dengan satu tarikan napas, ia melepaskan sepuluh anak panah sekaligus.

Panah-panah itu melesat cepat, lalu meledak di angkasa, berubah menjadi cahaya seperti bintang jatuh yang menyebar di langit malam.

Sorak sorai dan tepuk tangan menggema.

"Ini festival pertama setelah sekian lama!" teriak seorang anak desa.
"Aku sangat senang!"

Cellestial tersenyum, matanya berkaca-kaca.

Inilah alasan ia ingin menjadi ratu.

Saat malam semakin larut, satu per satu orang kembali ke rumah mereka. Tawa perlahan mereda, musik berhenti, dan lampu-lampu mulai dipadamkan sebagian.

Namun pasukan Arthropoda dan pasukan Roslyn tetap berjaga. Bayangan mereka berdiri tegak di bawah cahaya bulan, mata awas menembus kegelapan.

Aetheria tertidur dalam kebahagiaan namun juga dalam kewaspadaan.

*****

20 страница29 апреля 2026, 14:58

Комментарии

0 / 5000 символов

Форматирование: **жирный**, *курсив*, `код`, списки (- / 1.), ссылки [текст](https://…) и обычные https://… в тексте.

Пока нет комментариев. Будьте первым!