9 страница29 апреля 2026, 14:58

8 (bagian kedua: ᴅᴇsᴛʀᴜᴄᴛɪᴏɴ ᴀʜᴇᴀᴅ ᴏғ ᴛʜᴇ ғᴇsᴛɪᴠᴀʟ)

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐯𝐨𝐭𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐚... 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚.
(づ ̄ ³ ̄)づ

9e928dd8e24e3468bb88d72892b3f97a.jpg


♛┈⛧┈┈•༶♡✾♡༶•┈┈⛧┈♛

Kedamaian antara Kerajaan Arthropoda dan Hutan Aetheria setelah satu tahun berlalu membawa suasana hangat bagi seluruh rakyat.

Musim semi datang lebih cerah dari biasanya. Angin yang berembus dari perbukitan membawa aroma bunga liar dan tanah yang subur. Di setiap sudut kota di kerajaan, warna-warna kain digantungkan di antara bangunan batu yang menjulang, sementara lentera kristal mulai dipasang satu per satu.

Tiga hari lagi akan diadakan Festival Perayaan Hari Kedamaian sebuah perayaan tahunan yang disepakati bersama sebagai penanda berakhirnya masa kelam dan lahirnya harapan baru.

Di alun-alun kerajaan, suasana terasa hidup sejak pagi. Para pengrajin memahat tiang panggung, anak-anak berlarian membawa pita, dan para penjaga tersenyum lebih ringan dari biasanya. Di tengah keramaian itu, Miamor, Myuran, dan Cellestial bekerja bersama.

Miamor berdiri di atas panggung utama, mengangkat gulungan kain biru berkilau yang memantulkan cahaya matahari seperti permukaan danau. Rambutnya tertiup angin saat ia menjulurkan kain itu ke arah Cellestial yang berdiri di tangga kayu.

"Tolong pegang ujungnya," ucap Miamor dengan nada setengah serius.

"Kalau sampai kusut, kita harus mengulang dari awal."

Cellestial tertawa kecil sambil menahan keseimbangan. Gaun kerjanya tidak terlalu megah tetapi tidak membuat ia dipandang rendah sebagai seorang putri, ia terlihat seperti itu karena keinginan... Bukan paksaan ataupun suruhan.

"Kalau aku jatuh dari tangga ini," katanya ringan, "kau yang tanggung jawab, Amor."

Sebelum Miamor sempat membalas, Myuran muncul dari belakang dengan tiga keranjang penuh bunga berwarna ungu dan emas. Wajahnya sedikit berkeringat, tetapi matanya tetap tenang seperti biasa.

"Aku tidak takut kau jatuh," katanya sambil meletakkan keranjang dengan hati-hati.

"Yang kutakutkan kau malah sibuk bercermin di kain itu dan lupa bekerja."

Cellestial memutar mata, lalu menepuk lengan Myuran pelan.

"Aku kerja, Raindrop. Ini dekorasi penting."

Canda mereka terdengar ringan, tanpa beban yang dulu pernah menyelimuti hubungan dua dunia. Dragonair, naga kecil itu ukurannya agak lebih besar sekarang, ia terbang rendah di atas kepala mereka. Sayapnya memantulkan cahaya, dan dari mulutnya keluar uap tipis seperti kabut bercampur kilau emas.

Miamor menepuk kepala makhluk itu dengan lembut.

"Nanti malam kau bantu menerangi langit, ya."

Dragonair mengeluarkan bunyi lembut seperti dentingan lonceng, seakan memahami tugasnya.

Sementara itu, Myuran berhenti sejenak, memandang sekeliling alun-alun yang kini penuh warna. Setahun lalu, tempat ini dipenuhi tatapan curiga dan bisik-bisik penuh ketakutan. Kini, suara yang terdengar hanyalah tawa dan langkah kaki yang tergesa karena semangat.

"Kita benar-benar berubah," gumamnya pelan, lebih pada dirinya sendiri.

Miamor menangkap nada itu dan menoleh. "Karena kita belajar percaya," katanya lembut.

Cellestial tersenyum, kali ini tanpa nada bercanda. "Dan belajar menjaga apa yang sudah kita bangun."

Ucapan itu menggantung di antara mereka, sederhana namun penuh arti. Lalu pekerjaan kembali dilanjutkan panah-pelangi untuk pembukaan pertunjukan disusun rapi, kristal cahaya dipasang di sekeliling panggung, dan bunga-bunga diselipkan di antara tiang kayu.

Di ruang kerja kerajaan, suasana jauh lebih sunyi. Dinding batu yang tinggi meredam suara dari luar, hanya menyisakan gema samar tawa dari kejauhan. Raja Arthropoda berdiri di dekat jendela besar, memandang ke arah alun-alun.

Dari sana, ia bisa melihat sosok putrinya yang tertawa bersama dua sahabatnya. Pemandangan itu menghangatkan hatinya dan sekaligus menimbulkan kekhawatiran yang tak bisa ia abaikan.

Ratu Treasure duduk di kursi kayu berlapis ukiran halus. Gaunnya menjuntai tenang di lantai marmer. Ia memperhatikan suaminya yang tampak tenggelam dalam pikiran.

"Anda memikirkan Cellestial lagi," ucapnya pelan.

Raja mengangguk tanpa menoleh. "Ia bahagia. Itu yang kuinginkan." Ia berhenti sejenak.

"Namun kebahagiaan saja tidak cukup untuk memimpin sebuah kerajaan."

Ia berjalan kembali ke meja kerjanya, di mana selembar surat setengah selesai tergeletak. Di atasnya tertera lambang Kerajaan Roosevelt dari Pulau Gloaming sekutu lama yang kekuatannya tak bisa dipandang remeh.

"Keanu Roosevelt Junius," gumam sang raja, menyebut nama putra mahkota itu.

"Berani, berpendidikan, dan disegani. Aliansi melalui pernikahan akan memperkuat posisi Arthropoda untuk puluhan tahun ke depan."

Ratu Treasure menatap surat itu dengan sorot mata penuh pertimbangan.

"Dan hati Cellestial?"

Raja terdiam cukup lama sebelum menjawab. "Aku tidak berniat memaksanya sekarang. Ia masih muda. Tapi sebagai raja... aku harus menyiapkan segala kemungkinan."

Ia kembali menulis, menyusun kalimat dengan hati-hati tidak hanya membahas kemungkinan perjodohan, tetapi juga kerja sama perdagangan. Setiap goresan pena terasa seperti langkah yang mengikat masa depan.

"Apakah kita akan memberi tahu Cellestial?" tanya sang ratu lembut.

Raja menggeleng pelan. "Belum. Biarkan ia menikmati masa mudanya dulu."

Ia menoleh ke jendela sekali lagi. Putrinya tampak sedang mencoba topeng berbentuk bulan, sementara Miamor dan Myuran menertawakannya dengan hangat. Tidak ada jarak, tidak ada formalitas hanya persahabatan.

"...selama kedamaian ini masih berlangsung," lanjutnya lirih.

Di alun-alun, matahari mulai condong ke barat. Bayangan memanjang di atas batu-batu putih, dan angin sore membawa kesejukan yang lembut.

Cellestial berdiri di depan cermin kecil, mencoba menyeimbangkan topeng bulan di wajahnya. Tali di belakang kepalanya sedikit miring, membuat topeng itu condong ke satu sisi.

Miamor menahan tawa. "Itu benar-benar miring."

Tidak," bantah Cellestial, berusaha membetulkannya.

"Ini hanya... sedikit berkarakter."

Myuran menyilangkan tangan, pura-pura menilai seperti seorang seniman. "Karakter yang hampir jatuh."

Cellestial mendesah kesal, lalu akhirnya tertawa sendiri. Dalam cahaya senja, wajahnya tampak bersinar penuh kehidupan, tanpa bayangan beban yang sedang disusun diam-diam di dalam istana.

Dragonair terbang melingkari mereka, mengeluarkan percikan cahaya kecil yang jatuh seperti bintang mini. Para pekerja mulai merapikan alat, dan alun-alun perlahan berubah menjadi gambaran pesta yang hampir sempurna.

Miamor memandang sahabatnya itu dengan perasaan hangat. Ia tidak tahu apa yang sedang direncanakan di balik dinding istana. Ia hanya tahu bahwa hari ini, mereka memiliki tawa, harapan, dan festival yang akan segera tiba.

Di kejauhan, lonceng menara berdentang pelan menandai senja.

Kedamaian antara Kerajaan Arthropoda dan Hutan Aetheria setelah satu tahun berlalu membawa suasana hangat bagi seluruh rakyat...

*****

9 страница29 апреля 2026, 14:58

Комментарии

0 / 5000 символов

Форматирование: **жирный**, *курсив*, `код`, списки (- / 1.), ссылки [текст](https://…) и обычные https://… в тексте.

Пока нет комментариев. Будьте первым!