14 страница29 апреля 2026, 14:58

13

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐯𝐨𝐭𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐚... 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚.
(づ ̄ ³ ̄)づ

da7dc86046638ca85afa9bfcd404980c.jpg

♛┈⛧┈┈•༶♡✾♡༶•┈┈⛧┈♛

"Para peri... mungkin mereka telah kembali. Saya melihatnya di hutan."

Wajah Raja Arthropoda berubah. Garis tegas di dahinya semakin dalam, sementara tatapannya mengeras seolah mencoba menembus dinding istana dan langsung menuju hutan yang dimaksud. Ia tidak langsung berbicara. Keheningan sejenak itu justru membuat udara di ruang singgasana terasa lebih berat.

"Terima kasih atas laporanmu," ucapnya akhirnya dengan suara terkendali, meski jelas ada kegelisahan yang berusaha ia sembunyikan. "Kau boleh pergi."

Orang itu membungkuk dalam-dalam, lalu melangkah mundur sebelum berbalik dan meninggalkan ruangan dengan cepat. Pintu kayu besar tertutup perlahan, menyisakan gema langkahnya yang memudar.

Setelah orang itu keluar, raja terdiam sejenak sebelum memanggil pelayan."Panggil Ratu Treasure," perintahnya."Dan siapkan pertemuan dengan Roslyn. Ini masalah penting."

Pelayan itu menunduk hormat. "Segera, Yang Mulia." Ia pun bergegas pergi.

Tak lama kemudian, Cellestial, Miamor, dan Myuran menghampiri raja. Mereka saling bertukar pandang sebelum akhirnya Cellestial maju selangkah. Sorot matanya menunjukkan rasa ingin tahu sekaligus kekhawatiran.

Cellestial memberanikan diri bertanya."Ayah... bolehkah kami ikut mendengarkan pembahasan itu?"

Raja Arthropoda menatap putrinya cukup lama. Tatapannya melembut, namun tetap serius. "Kau mendengar sesuatu, bukan?" tanyanya pelan.

Cellestial mengangguk. "Kami tidak sengaja mendengar laporan tadi. Jika ini menyangkut hutan... kami mungkin bisa membantu."

Myuran menimpali dengan nada hati-hati, "Kami mungkin juga mengetahui beberapa informasi terkait masalah ini."

Raja Arthropoda menarik napas panjang, lalu mengangguk."Baik. Kalian boleh ikut."

Mereka pun menuju tempat Roslyn berada dan memulai pembicaraan. Ruang pertemuan tidak sebesar aula singgasana, namun cukup luas untuk menampung mereka semua. Tirai jendela terbuka, membiarkan cahaya siang masuk dan menyinari wajah-wajah yang mulai dipenuhi kecemasan.

Raja Arthropoda menyampaikan laporan yang ia terima. Setiap kata diucapkan dengan jelas, tanpa dilebihkan. Roslyn, Ratu Treasure, dan yang lainnya tampak terkejut.

"Para peri..." gumam Roslyn pelan, seolah mengulang kata itu untuk memastikan dirinya tidak salah dengar.

"Itu seharusnya sudah lama berlalu." Suaranya terdengar hampir seperti bisikan.

Ratu Treasure menatap raja dengan sorot mata penuh pertanyaan. "Apakah saksi itu yakin dengan apa yang ia lihat?"

"Ia tampak ketakutan," jawab raja singkat.

Miamor bertanya dengan serius."Siapa sebenarnya para peri itu?"

Ratu Treasure terdiam sesaat sebelum menjawab. Nada suaranya berubah lebih dalam, seolah sedang membuka kembali lembaran masa lalu yang ingin dilupakan.

"Dahulu ada bangsa peri. Makhluk bersayap dengan tubuh kecil seperti anak-anak."

Ia menghela napas panjang. "Mereka dikenal sebagai bangsa paling tamak. Mereka gemar mengambil milik orang lain. Sihir mereka tidak seperti elf. Sihir peri bergantung pada serbuk sari bunga."

Roslyn menambahkan pelan, "Dan serbuk sari itu bukan sekadar sumber kekuatan... melainkan juga alat untuk memengaruhi pikiran."

Ruangan menjadi lebih sunyi.

Miamor membeku."Serbuk sari bunga..."

Ia menatap Myuran dan Cellestial dengan cepat, seakan memastikan ingatannya bukan sekadar dugaan.

"Aku, Myuran, dan Cellestial pernah melihatnya. Saat perayaan perdamaian hampir setahun lalu. Kami juga melihat jubah hitam."

Myuran mengangguk. "Saat itu kami tidak mengira itu adalah keanehan. Kami pikir itu hanya hiasan pesta yang terlepas."

Cellestial menambahkan dengan suara lebih tegas, "Ada kilauan di udara... seperti partikel kecil berkilau yang beterbangan. Kini aku sadar, itu pasti serbuk sari."

Wajah Ratu Treasure pucat."Malam perayaan satu tahun lalu... mungkin mereka sudah mengintai kita sejak saat itu."

Roslyn menyahut pelan,"Apakah mungkin... mereka yang mencuri artefak para elf?"

Raja Arthropoda menyilangkan tangan di depan dada. "Kemungkinan itu tidak bisa diabaikan."

Cellestial mengangguk."Aku dan Miamor pernah mendapat informasi dari seekor burung sihir. Ia mengatakan bahwa pencuri artefak adalah makhluk kecil bersayap."

Ia menatap semua yang hadir satu per satu, memastikan setiap orang memahami kesimpulannya. "Tidak salah lagi. Itu pasti para peri."

Ratu Treasure menutup mata sejenak. "Jika benar mereka kembali, maka ini bukan sekadar ancaman kecil. Mereka tidak pernah bergerak tanpa tujuan."

"Tujuan mereka selalu sama," gumam Roslyn. "Kekuasaan dan kepemilikan."

Myuran melangkah maju sedikit. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Raja Arthropoda menjawab tenang, meski sorot matanya tajam. "kita simpan ini dulu jangan membuat warga panik dengan memperketat keamanan secara tiba-tiba, cukup awasi beberapa titik yang mencurigakan saja untuk saat ini."

"Dan jika mereka benar-benar telah kembali?" tanya Miamor.

Raja menatapnya. "Maka kita akan menghadapinya bersama, memperketat seluruh penjagaan Aetheria"

Ruangan itu dipenuhi keheningan. Mereka mulai membicarakan rencana ke depan jika benar para peri telah kembali. Diskusi berlangsung serius membahas patroli tambahan, pengawasan wilayah bunga-bunga liar, serta kemungkinan berkoordinasi dengan kerajaan lain. Tidak ada suara yang ditinggikan, namun ketegangan terasa jelas di setiap kalimat.

Setelah pertemuan selesai, semua kembali ke tempat masing-masing.

Raja dan ratu menuju istana, sementara Cellestial dan Myuran bersiap melanjutkan rencana pembuatan hidangan festival. Langkah mereka tidak seceria sebelumnya, namun keduanya berusaha menjaga semangat.

"Festival tetap harus berjalan," ujar Cellestial pelan. "Rakyat membutuhkan sesuatu untuk dinantikan."

Myuran tersenyum tipis. "Dan kita sudah mengumpulkan cukup banyak berry. Setidaknya itu kabar baik hari ini."

Namun Miamor berhenti melangkah."Kalian duluan saja," katanya.

Cellestial menoleh. "Ada apa?"

"Aku ingin berbicara dengan Ibu."

Nada suaranya lebih lembut, namun jelas menyimpan sesuatu yang belum terucap.

Cellestial menatapnya sejenak, mencoba memahami perasaan sahabatnya, lalu mengangguk."Baik. Jangan terlalu lama."

Myuran ikut tersenyum kecil sebelum pergi.

Kini, di ruangan itu, hanya tersisa Miamor dan Roslyn.Udara terasa lebih sunyi dari sebelumnya.

*****

14 страница29 апреля 2026, 14:58

Комментарии

0 / 5000 символов

Форматирование: **жирный**, *курсив*, `код`, списки (- / 1.), ссылки [текст](https://…) и обычные https://… в тексте.

Пока нет комментариев. Будьте первым!