23 страница1 мая 2026, 08:12

22: Apa Maksudnya?

MATA Ethan terfokus pada MacBook di hadapannya. Kacamata biasa yang melindungi matanya dari radiasi elektronik bertengger di hidung mancungnya. Kini ia membuka website SMA Wirajaya. Mengetik nama teman-temannya yang terbunuh; Abry, Zeera, dan Wisnu. Ia pun menutup tab website Sekolah, dan membuka ke ASA; Agent Spy Agency—ini baru di resmikan minggu kemarin oleh Rey sendiri.

        Ini jam mata pelajaran IT, dan Ethan yang notabenenya duduk di paling belakang dan di pojok, membuatnya lebih nyaman. Radit yang di sampingnya hanya fokus bermain games yang ada di laptopnya.

        Ethan mengetik nama Ivar di kolom search aplikasi ASA. Lalu setelah membaca data-data Ivar, tidak ada yang bisa membantunya. Ia pun membuka tab yang tersambung ke CCTV Wirajaya yang waktu itu ia hack.

        Ia membuka folder berisi video waktu hari itu, hari dimana Wisnu di bunuh. Ethan mem-play-nya berkali-kali. Dan ia melihat bayangan seseorang. Hanya bayangan akibat matahari. Ethan terkesiap, mendekatkan wajahnya ke layar laptop, memastikan.

        "Ethaniel, what are you doing?"

        Kontak Ethan menjauhkan wajahnya dan menutup tab tersebut. Pura-pura melihat foto. "Nggak, Pak. Cuma tadi di layar laptop saya agak kotor gitu, saya bersiin." Ethan nyengir kaku kepada Arto yang menatapnya dari meja guru dengan memicing. "Oke."

Arto memang membiarkan murid-muridnya bermain dengan laptop. Free. Tapi nggak boleh macem-macem. Like, nonton itu.

Ethan mendesah lega ketika Arto kembali fokus kepada buku tentang komputer yang di bacanya. "Dit, Dit," Ethan menyolek lengan Radit yang sedang asik bermain. "Hmm?" bales Radit masih fokus pada laptopnya.

"Liat dulu, goblok." kata Ethan membuat Radit menoleh ke arahnya dengan jengkel, "Apa?"

"Gue nemu. Liat ini deh," Ethan mengulang video-nya dari awal, Radit memperhatikan, lalu Ethan mem-pause-nya ketika bayangan orang itu muncul. "Lo liat di sini?" Ethan menunjuk sudut layar, tempat dimana bayangan itu berada. Radit memperhatikan lagi dengan cermat, lalu ia menyeletuk, "Iya. Ada bayangan?"

"Yap. Menurut gue, dia itu lewat dari atap. Lompat dari atap ke atap. Jadi nggak ngelewatin CCTV Wirajaya. Lo pasti tau kalo di depan toilet nggak ada CCTV. Jelas, ini orang udah khatam sama letak CCTV, sejauh mana jarak CCTV bisa 'melihat' dan denah sekolah kita." jelas Ethan panjang kali lebar, yang di balas Radit dengan anggukan.

        "Jadi? Kita harus gimana?" kata Radit menghadap ke Ethan. Ethan nampak mengernyirkan dahinya, berpikir keras. "Gue pikir, kita ikutin permainan mereka. Tentang Vania? Gampang. Gue udah jadi pacarnya sekarang." Ethan tersenyum mengingat statusnya dengan Vania pacaran.

Kriingg!!

        "Baik. Saya pamit. Selamat sore." kata Arto menggendong tasnya, keluar dari Kelas yang rusuh mau pulang. Mereka keluar kelas bagai beras yang tumpah dari karung. Ethan dan Radit memasuki Kelas IPA-2. "Wey," sapa Radit pada Bian. Sedangkan Ethan sudah bersender di meja Vania, "Hai."

        "Eh, hai. Gue ngerjain ini bentar ya, Eth. Bentar aja. Tiga soal lagi." kata Vania menunjuk buku tulisnya. Ethan mengangguk, mengacak rambut Vania, sembari melihat pelajaran apa yang dikerjakan Vania, "Trigonometri? Itu bukannya pelajaran kelas sepuluh? Mau di bantuin?"

        Vania nyengir, "Mau mantep-in aja. Nggak, nggak usah. Lo ngobrol sama sahabat lo aja dulu, sana. Gue sekalian mau ngobrol sama Fara, Risca, sama irish twins lo." Ethan mengangkat sebelah alisnya, "Oh, gitu? Ya udah. Eh, tapi gue ngobrol bentar sama Elisa, ya?" Vania mengedikkan bahunya, "Lah, ngapain ngomong sama gue lo, Eth." Ethan tersenyum, mencubit hidung Vania dan duduk di meja Bian yang berada di pojok.

        Ethan mengkode ke adiknya yang sedang mengobrol dengan Fara dan Risca untuk mengumpul dengannya. Elisa yang mengerti langsung mendekat ke Ethan, Bian, dan Radit. Muka mereka serius. Vania sesekali memperhatikan mereka, sesekali mengobrol dengan Fara dan Risca.

        Sayup-sayup Vania dapat mendengar suara Elisa yang berbicara, "Kalian beneran? Nggak bahaya?" Vania mengernyit. Apa maksudnya?, batinnya.

        Vania pun membereskan buku tulisnya, ia sudah selesai berkutat dengan soal-soal Trigonometri. "Udah selesai?" tanya Ethan menghampirinya. "Hm..., udah." jawab Vania berusaha terlihat biasa.

        "Ya udah kuy, pulang," Ethan meraih jemari-jemari Vania, lalu mengaitkannya, "Woy! Gue pulang dulu, ya!" pekik Ethan pada Bian dan Radit yang masih ada di sana. "Yoi." balas Radit. "Duh, gue mah yang jomblo bisa apa." kata Bian mengepalkan tangannya lalu memukulnya ke dada. Ekspresinya sok tersakiti.

        Setelah Ethan dan Vania memasuki mobil, mereka hanya terdiam. Ethan memikir cara agar mengetahui siapa anakbuah Ivar. Dan Vania yang memikirkan perkataan Elisa yang tadi.

        "Eth," panggil Vania, membuka percakapan. Entahlah, ia merasa hal yang ia bingungkan sedari tadi harus ia tanyakan kepada Ethan. "Hm? Apa, Vania?" balas Ethan, menoleh ke arah Vania lalu kembali menghadap ke jalanan.

        "Emh..., nggak jadi, deh." Vania susah mengeluarkan pertanyaannya. Ia takut dengan jawaban Ethan yang mungkin buruk. Vania hanya tidak siap. "Hmm, oke." Hanya itu. Lalu keheningan kembali menyergap mereka berdua. Sampai di Rumah Vania. Vania keluar, menutup pintu. Kaca mobil di buka oleh Ethan.

        "Van, mulai besok gue anter-jemput lo ke Sekolah, oke? Terus kalo ada orang yang nggak di kenal, jangan di ajak ngomong. Langsung hubungin gue. Pokoknya, hubungi gue secepat yang lo bisa. Jaga diri baik-baik. Kalo bisa lo pergi sama Kak Arsen aja. Oke? Promise to me, Van." tutur Ethan panjang lebar, menatap Vania penuh harap.

        Vania mengernyit tak mengerti, ia menatap manik mata hitam Ethan, lalu mengangguk. "I promise, Eth." Ethan tersenyum sedikit lega, "Good. Ya udah, masuk, ya. Gue balik dulu. Salam buat Om Vero, Tante Vera, sama Kak Arsen." Vania hanya mengangguk.

        Ethan menutup kaca mobil, lalu menginjak pedal gasnya. Vania menatap mobil yang sudah melaju kencang sampai hilang dari pandangan. Pikirannya berkecamuk. Namun dari banyak pertanyaan di benak Vania.

        Yang paling mendominasi adalah pertanyaan; Apa maksudnya?

• • •

A.N

Yuhuuu. Cuma mau bilang, don't forget to tap the star and comment! Luv ya!

       

       

23 страница1 мая 2026, 08:12

Комментарии

0 / 5000 символов

Форматирование: **жирный**, *курсив*, `код`, списки (- / 1.), ссылки [текст](https://…) и обычные https://… в тексте.

Пока нет комментариев. Будьте первым!