26 страница29 апреля 2026, 14:58

25

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐯𝐨𝐭𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐚... 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚.
(づ ̄ ³ ̄)づ

3b7f92a985bac9ad06641a1bb590986e.jpg

♛┈⛧┈┈•༶♡✾♡༶•┈┈⛧┈♛

"Aaaaa—!!"

Teriakan itu tidak keras, namun cukup membuat suasana di dalam ruang makan seketika berubah. Suara sendok yang sebelumnya beradu pelan dengan piring terhenti di udara. Beberapa pelayan yang sedang melangkah membawa nampan berhenti di tempat, seolah waktu menahan mereka sejenak. Percakapan yang tadi mengalir hangat di antara dua kerajaan langsung terputus, menyisakan ruang yang hening namun penuh perhatian.

Tubuh Cellestial condong ke depan.

Gerakan itu terjadi begitu cepat, hampir tidak sempat disadari olehnya sendiri. Ujung gaun yang terinjak menarik langkahnya, membuat keseimbangannya runtuh dalam satu tarikan napas yang terlalu singkat.

Dalam sepersekian detik, keseimbangannya hilang.

Namun sebelum ia benar-benar terjatuh, sebuah tangan dengan sigap meraih lengannya—kuat, tepat, dan tanpa ragu.

Keanu Roosevelt Junius.

Gerakannya begitu alami, seolah refleks yang telah terbentuk dari kebiasaan menjaga dan memperhatikan sekitar. Ia tidak terlihat terburu-buru, tidak pula panik. Tangannya menahan lengan Cellestial dengan posisi yang kokoh, cukup untuk menahan beban tanpa membuatnya merasa ditarik.

Ia menahan tubuh Cellestial, menjaga agar sang putri tidak terjatuh. Gerakannya cepat, namun tetap terlihat tenang, seolah itu adalah sesuatu yang alami baginya.

Waktu terasa melambat.

Cellestial mendongak.

Tatapan mereka bertemu.

Untuk sesaat, segala sesuatu di sekitar mereka seolah memudar. Tidak ada lagi suara langkah pelayan, tidak ada lagi gesekan kursi, tidak ada percakapan yang tersisa. Hanya jarak yang begitu dekat di antara mereka, dan keheningan yang terasa berbeda dari sebelumnya.

Beberapa detik berlalu… lalu menjadi lebih lama dari yang seharusnya.

Ruangan yang tadi penuh suara kini seperti menjauh. Yang tersisa hanya jarak dekat di antara mereka, dan detak jantung yang tiba-tiba terasa begitu jelas.

Cellestial tidak tahu harus melakukan apa.

Ia hanya diam.

Tatapan Keanu tidak menekan, tidak memaksa. Ada ketenangan di sana, namun juga sesuatu yang sulit dijelaskan seperti rasa ingin memahami, atau mungkin memastikan bahwa ia benar-benar baik-baik saja. Tidak ada kesan ingin mengambil kesempatan, tidak ada pula sikap berlebihan. Hanya hadir.

Sementara itu, di sisi lain ruangan, para orang tua mereka memperhatikan.

Ratu Treasure sedikit menyipitkan mata, lalu melirik ke arah Raja Arthropoda. Ada sesuatu yang terlintas di pikirannya, namun ia tidak langsung mengatakannya.

Raja Gleason pun mengangkat alis tipis, sorot matanya menunjukkan ketertarikan yang samar. Ia tidak tersenyum, namun jelas memperhatikan lebih dari sekadar kejadian kecil.

Sementara itu, Clover menahan senyum kecil di bibirnya, matanya lembut namun penuh arti.

Apa… secepat ini?
Atau ini hanya kebetulan yang terlalu pas?

Cellestial merasakan sesuatu yang asing di dalam dirinya.

Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Tangannya terasa hangat atau mungkin itu karena genggaman Keanu yang masih menahannya.

Ia tidak bergerak. Tidak juga menarik diri.

Seolah tubuhnya menolak untuk melakukan apa pun selain… tetap berada di situ.

"Ekhemm…"

Suara itu memecah keheningan.

Ratu Treasure.

"Bukankah kita harus bergegas sekarang?" ujarnya dengan nada ringan, namun jelas mengandung godaan halus. "Atau kalian masih ingin terus seperti itu hingga kereta dari Roosevelt datang menjemput?"

Nada suaranya tidak keras, bahkan terdengar santai. Namun cukup untuk menarik Cellestial kembali ke kenyataan.

Cellestial tersadar.

Wajahnya sedikit memanas.

Ia menarik napas pelan, berusaha mengatur kembali dirinya.

Keanu perlahan melepaskan pegangannya, namun tidak sepenuhnya menjauh. Ia menatap Cellestial sebentar lagi sebelum akhirnya mengulurkan tangannya dengan sikap yang lebih formal.

"Peganglah tangan ku, Tuan Putri," ucapnya lembut. "Aku akan menjagamu… dan memastikan tidak ada kejadian seperti tadi."

Nada suaranya tenang. Tidak berlebihan, tidak dramatis namun cukup untuk menghapus kecanggungan yang sempat menggantung.

Cellestial ragu sejenak.

Perasaan aneh itu masih ada.

Namun hanya sesaat.

Ia menerima uluran tangan itu.

Jari-jarinya menyentuh tangan Keanu, lalu perlahan menggenggam.

Hangat.

Entah kenapa, perasaan aneh itu kembali muncul. Bukan rasa takut, bukan juga sepenuhnya nyaman sesuatu di antara keduanya.

Mereka mulai berjalan keluar ruangan.

Langkah mereka berdampingan, perlahan, dengan sisa keheningan yang masih tertinggal dari momen sebelumnya.

Di belakang mereka, percakapan kembali mulai terdengar, meski tidak sehidup sebelumnya. Para pelayan melanjutkan tugasnya dengan lebih hati-hati, seolah kejadian kecil tadi meninggalkan jejak yang tidak sepenuhnya hilang.

Di luar istana, tiga kereta kuda telah disiapkan.

Halaman istana tampak luas dan rapi, dihiasi batu-batu putih yang tersusun simetris. Cahaya matahari siang menyentuh permukaan logam pada zirah para pengawal, menciptakan kilau lembut yang bergerak setiap kali mereka bergeser.

Kuda-kuda putih dengan hiasan emas berdiri tenang, napas mereka terlihat samar di udara yang masih sejuk. Tali kekang terpasang rapi, dan setiap gerakan kecil dari hewan-hewan itu menunjukkan kesiapan tanpa kegelisahan.

Para pengawal bersiaga di sekitar halaman. Mata mereka tajam, memperhatikan setiap sudut, setiap bayangan. Tidak ada yang berbicara tanpa perlu, namun kehadiran mereka menciptakan rasa aman yang kuat.

Langit cerah, namun suasana tetap menyimpan kehati-hatian.

Kereta pertama diperuntukkan bagi Raja Arthropoda dan Ratu Treasure.
Kereta kedua untuk Raja Gleason dan Ratu Clover.
Dan kereta terakhir… untuk Cellestial, Keanu, dan Monna.

Ratu Treasure menoleh ke arah mereka.

"Tidak apa-apa kan kalian bertiga berada di satu kereta yang sama?" tanyanya memastikan.

Keanu menjawab tanpa ragu.

"Aku dan Monna tidak masalah berada satu kereta bersama Cellestial," katanya.

Nada suaranya tetap tenang, seolah itu adalah hal yang biasa.

Lalu, dengan nada sedikit lebih ringan, ia menambahkan, "Aku malah senang bisa berdua dengan Cellestial."

Cellestial yang mendengar itu hampir saja tersedak oleh pikirannya sendiri.

Ehh… berdua?
Bukannya ada Monna juga?
Maksudnya apa…?

Pikirnya kebingungan.

Ia menahan ekspresinya, berusaha tetap terlihat tenang di luar.

"Baguslah kalau begitu," ujar Treasure sambil tersenyum tipis. "Aku senang jika kau bisa akrab dengan Cellestial."

Satu per satu mereka menaiki kereta.

Langkah kaki terdengar teratur di atas batu halaman. Para pengawal membuka pintu, lalu menutupnya kembali dengan gerakan yang rapi dan tenang.

Pintu ditutup perlahan. Roda belum bergerak para pengawal masih memastikan jalur aman sebelum rombongan berangkat menuju Desa Elf.

Di dalam kereta, suasana lebih tenang.

Interiornya didominasi kayu halus berwarna hangat, dengan bantalan duduk yang empuk dan tersusun rapi. Cahaya matahari masuk dari jendela kecil, menciptakan garis-garis cahaya yang bergerak perlahan seiring perubahan posisi kereta.

Guncangan ringan terasa saat kuda-kuda bergerak sedikit di tempat.

Monna duduk dengan santai sambil memangku Jackalope miliknya, tampak jauh lebih rileks dibandingkan dua orang di depannya. Ia bersandar sedikit, memperhatikan sekitar dengan rasa ingin tahu yang jujur.

Ia menatap Cellestial dengan ekspresi yang tidak dibuat-buat.

"Kak Cellestial," panggilnya ringan, "memangnya makhluk apa yang sedang menjadi ancaman di Aetheria saat ini?"

Pertanyaan itu membuat Cellestial terdiam.

Untuk sesaat, pikirannya kosong.

Apa aku boleh menceritakannya?
Atau ini terlalu berbahaya untuk dibahas?

Ia melirik sekilas ke arah Keanu.

Pangeran itu tidak berbicara, namun tatapannya tidak menghalangi. Tidak juga mendorong. Ia hanya memberi ruang, seolah membiarkan Cellestial menentukan sendiri jawabannya.

"Eee…" Cellestial menarik napas pelan. "Ada… makhluk jahat yang ingin merebut Aetheria saat ini."

Nada suaranya sedikit tidak stabil, namun ia mencoba tetap tenang.

"Kami masih belum mengetahui di mana keberadaan mereka saat ini," lanjutnya.

Monna mengangguk perlahan.

"Ohh… jadi makhluknya berbahaya ya, Kak?"

"Iya," jawab Cellestial singkat.

Percakapan berhenti sejenak.

Tidak ada yang langsung menambahkan.

Di luar, suara pengawal terdengar memberi aba-aba. Kereta mulai bergerak perlahan, roda berderak lembut di atas jalan batu.

Gerakan itu terasa stabil, namun cukup untuk membuat cahaya di dalam kereta bergeser perlahan.

Di dalam kereta, suasana kembali sunyi.

Namun bukan sunyi yang kosong melainkan sunyi yang penuh pikiran.

Keanu, yang sejak tadi duduk di samping Cellestial, sedikit memiringkan kepalanya.

Tatapannya tertuju pada sang putri, namun kali ini tidak terang-terangan.

Ia berbicara pelan.

Sangat pelan.

"Aku akan melindungimu dari makhluk itu… dan dari siapa pun yang berniat jahat."

Suaranya hampir tidak terdengar, lebih seperti bisikan yang tenggelam di antara suara roda kereta.

"Siapa pun mereka… aku akan mencoba melindungimu, Putri."

Cellestial tidak sepenuhnya menangkap kata-kata itu.

Namun entah kenapa, ia merasakan sesuatu seperti getaran halus yang sampai padanya tanpa perlu didengar dengan jelas.

Ia menoleh sedikit.

Keanu sudah kembali menatap ke depan, seolah tidak mengatakan apa-apa.

Namun perasaan itu tetap ada.

Aneh.
Baru.
Dan… sulit dijelaskan.

Cellestial menggenggam sedikit gaunnya.

Pikirannya mulai bercampur.

Tentang teman-temannya.
Tentang perannya sebagai putri.
Tentang kedatangan Roosevelt.
Dan sekarang… tentang perasaan yang tiba-tiba muncul tanpa ia mengerti.

Kereta terus melaju.

Di luar, pepohonan Aetheria berdiri tenang, batangnya kokoh, daunnya bergerak lembut tertiup angin. Cahaya matahari menembus celah-celah dedaunan, menciptakan pola cahaya yang terus berubah di jalan yang mereka lewati.

Namun semakin jauh mereka melaju, suasana perlahan berubah.

Udara terasa sedikit lebih berat.

Bukan sesuatu yang langsung terasa mengancam, namun cukup untuk menimbulkan ketidaknyamanan yang samar.

Angin tidak lagi sepenuhnya ringan.

Ada getaran halus yang tidak terlihat, namun seolah menyentuh sesuatu yang lebih dalam.

Dan tanpa disadari oleh siapa pun di dalam kereta itu, perjalanan yang tampak sederhana menuju Desa Elf… perlahan membawa mereka lebih dekat pada sesuatu yang mungkin belum siap mereka hadapi.

*****
𝐆𝐚𝐦𝐛𝐚𝐫" 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐈 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐦𝐢𝐫𝐢𝐩 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐢𝐦𝐚𝐣𝐢𝐧𝐚𝐬𝐢 𝐤𝐮, 𝐬𝐨𝐫𝐫𝐲 𝐤𝐚𝐥𝐨 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐢𝐦𝐚𝐣𝐢𝐧𝐚𝐬𝐢 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐠𝐚 𝐤𝐞𝐜𝐞𝐰𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐠𝐚𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐢𝐢 𝐲𝐚𝐚...

𝐆𝐚𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐬𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫𝐧𝐚 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐮𝐥𝐮 𝐲𝐚𝐚𝐰♡♡

7034223836a4dd7fb1157701a7d85052.jpg

♡ Arthropoda Royal Grande ♡

307d7fe146b9747b0ea1d0dd96af0ed3.jpg

♡ Treasure Royal Flograce ♡

ce387d6ae1c40cf6750b3ceced2bcf31.jpg

♡ Cellestial Royal Sweetheart ♡

26 страница29 апреля 2026, 14:58

Комментарии

0 / 5000 символов

Форматирование: **жирный**, *курсив*, `код`, списки (- / 1.), ссылки [текст](https://…) и обычные https://… в тексте.

Пока нет комментариев. Будьте первым!